Persentase Pengidap HIV-AIDS di Papua Tertinggi di Indonesia
TEMPO Interaktif, Jayapura - Wilayah Papua masih tertinggi secara nasional pengidap HIV-AIDS bila dihitung berdasarkan persentase jumlah penduduknya yang hanya 2,5 juta jiwa. Bahkan di tahun 2009, sesuai dengan data terakhir, Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) mencapai 6.245 orang dengan rincian, di Provinsi Papua ada 4.745 orang dan Papua Barat ada 1.500 orang. Hal ini dikatakan Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua, Costant Karma ke wartawan di Jayapura, Rabu (2/12) siang.
“Dengan jumlah 6.245 orang yang terjangkit HIV-AIDS, Papua belum bergeser sebagai provinsi tertinggi di Indonesia dalam penularan HIV-AIDS. Bahkan Kota Timika di Kabupaten Mimika menjadi paling tinggi dan berada di urutan empat secara nasional di bawah Bandung, Jakarta dan Denpasar. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi KPA Provinsi Papua, terutama menekan dan mencegah penyebaran HIV-AIDS,” kata Constant.
Sementara penularan HIV-AIDS di Papua, lanjut Constant, didominasi dari hubungan seksual dan pria ternyata menjadi pemicu utama dalam penyebaran virus mematikan itu. “Dari hasil survei, pria beresiko yakni mereka yang mobile dan sering keluar rumah, baik dalam hitungan hari maupun minggu. Mereka ini yang menjadi sumber utama tajamnya penularan AIDS di Papua. Sebab mereka dengan mudah melakukan hubungan seks bukan pasangannya,” kata Constant.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Papua triwulan pertama per Maret 2009, jumlah kasus HIV-AIDS di Papua ada 4.745 kasus. HIV sebanyak 2.469 kasus dan AIDS sebanyak 2.276 kasus. Epidemi HIV-AIDS di Papua menyebar dalam populasi umum atau generalized epidemic dan lebih dari 90 persen penularannya melalui hubungan seks. Terus, bagi penduduk yang berusia 15-49 tahun, prevalensi HIV di Papua mencapai 2,4 persen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar